Dieng
berasal dari bahasa sansekerta yaitu "Di" yang berarti tempat yang
tinggi atau gunung dan "Hyang" yang berarti kahyangan. Dengan
menggabungkan kedua kata tersebut, maka bisa diartikan bahwa "Dieng"
merupakan daerah pegunungan tempat para dewa dan dewi bersemayam.
Nah beberapa waktu lalu kita sempat nih main kesana. Pagi-pagi banget kita beragkat, butuh waktu sekitar 4 jam lebih perjalanan dari Wates, kalau sudah masuk wilayah Wonosobo hmmm suasana adem banget, di lereng-lereng gunung semua tampak hijau. Rata-rata penduduk menanam sayur seperti kol dan kentang. Selain hijaunya sayuran tentu kita juga wajib menghirup aroma pupuk kandang yang baunya lumayan juga hahahahah...... Nah tempat wisata pertama yang dikunjungi adalah Telaga Warna, tempatnya adem (liat di termometer yang ada di gerbang depan taman 16° celcius....brrrrrr)
Waktu itu telaganya berwarna hijau saja. Kita bisa berjalan mengelilingi telaga sampai capek deh, opsi yang lain kita bisa tuh nonton di Dieng Plateu Theatre (tempatnya agak capek di jangkau karena naik bukit) disana kita dusuguhi film pendek tentang tragedi kawah Sinila yang merenggut korban nyawa penduduk desa.
Tujuan berikutnya adalah kawah Sikidang yang paling populer dan dikunjungi banyak wisatawan, semuanya putih dan bikin sesak nafas karena bau sulfurnya. Tapi asyiknya di tempat parkiran kita bisa menikmati jajanan khas Dieng yaitu tempe kemul dengan kucai dimana-mana. Hmm anget.
Eits itu bukan fotoku, itu kakakku sekeluarga yang udah ngajak aku jalan-jalan (kita mah tukang poto ajah).
Nah setelah puas makan tempe kemul dan beli kentang, saatnya mengunjungi Candi Arjuna. Hmm tamannya luas, sampai capek jalannya. Sepertinya ponakanku juga menemukan ATV buat dijajal. Karena capek kakakku malah nangkringnya di warung, beli mie rebus sama susu coklat hangat. Hadew......
Sore hampir menjelang, kita buru-buru pulang karena kalau sudah jam 3 sore nih kabut tebal bakal turun, suasana hijau dikanan kiri dah nggak keliatan lagi, mana jalannya sempit meliuk liuk. Jadi harus ekstra ngeliat jalan. Tapi kalau sudah sampai Wonosobo jangan lupa mampir buat isi perut, kemana lagi kalau bukan mie ongklok (mie kuah yang disajikan dengan sate). Pas banget untuk hawa dingin. Nah untuk oleh-oleh wajib beli tuh manisan carica, kripik jamur dan rengginan (ada produk lain lagi yang dijual, tapi nggak tertarik buat beli gitu). Nah setelah puas jalan-jalan dan beli oleh-oleh, saatnya pulang.
Episode selanjutnya ada lagi tuh kita wisata Wonosobo part 2. See U.